Minggu, 15 Februari 2026

Cara Menghitung Redaman SFP pada Jaringan FTTH Berdasarkan Skema Splitter - Perwira Media Center

 

 Cara Menghitung Redaman SFP pada Jaringan FTTH Berdasarkan Skema Splitter

 

Latar Belakang

Teknologi Fiber To The Home (FTTH) menggunakan media serat optik untuk menyalurkan layanan internet dengan kecepatan tinggi dan stabil. Dalam sistem ini, SFP pada OLT berfungsi mengirimkan sinyal optik ke pelanggan melalui kabel fiber dan splitter.

Selama proses transmisi, sinyal akan mengalami redaman (attenuation) akibat jarak kabel, pembagian daya oleh splitter, serta konektor dan sambungan. Jika redaman terlalu besar dan melebihi batas sensitivitas penerima, maka layanan dapat terganggu atau tidak berfungsi.

Oleh karena itu, perhitungan redaman SFP sangat penting untuk memastikan daya yang diterima pelanggan masih dalam batas standar yang diperbolehkan, sehingga jaringan dapat bekerja dengan baik dan stabil.

 

Spesifikasi & Data:

a. Tx Power SFP / OLT = +3 dBm 

b. Splitter ratio: 

  • 1:2 = -4 dB
  • 1:4 = -8 dB
  • 1:8 = -10 dB 
  • 1:16 = -14 dB

c. Jumlah ODP = 8 

d. Total customer = 128 

e. Konfigurasi splitter: 1:8 → dilanjutkan 1:16 

Artinya:
1 port OLT dibagi ke 8 ODP menggunakan splitter 1:8
Setiap ODP membagi lagi ke 16 pelanggan menggunakan splitter 1:16 

Sehingga: 8×16=128 customer


Konsep Dasar Perhitungan Redaman

Dalam jaringan PON, total redaman dihitung dari:

Total Loss=Loss Splitter+Loss Kabel+Loss Konektor+Loss Splice

 

Langkah-Langkah Perhitungan Redaman 

Langkah 1: Hitung Redaman Splitter Tahap Pertama (1:8)

Dari tabel: 1:8=10 dB 

Maka setelah splitter 1:8: +3 dBm+(10 dB)=7 dBm 

Jadi daya di setiap ODP adalah: 7 dBm 

Langkah 2: Hitung Redaman Splitter Tahap Kedua (1:16) 

Dari tabel: 1:16=14 dB

Daya masuk ke splitter 1:16 adalah -7 dBm.

Maka daya keluar ke customer: 7+(14)=21 dBm

Jadi daya yang diterima setiap pelanggan adalah: 21 dBm

Jadi customernya: 7+(14)=21    

 

Ringkasan Perhitungan Total Redaman 

Total redaman splitter bertingkat: 10+(14)=24 dB

Atau langsung dari sumber: +3+(24)=21 dBm

Jadi total loss akibat splitter saja adalah 24 dB.  

 

Cek Kesesuaian dengan Standar GPON 

Standar GPON umumnya memiliki batas penerimaan:

Class +B -28 dBm

Class +C -32 dBm 

Hasil kita: 21 dBm

Karena: 21>28

Artinya masih aman dan dalam batas normal. 

Masih tersedia margin: 28(21)=7 dB (margin) 

Margin ini bisa dipakai untuk: 

  • Redaman kabel
  • Konektor
  • Splice
  • Aging
  • Safety margin  

 

Kesimpulan

Dari konfigurasi:

  • SFP +3 dBm
  • Splitter 1:8 (-10 dB)
  • Splitter 1:16 (-14 dB)
  • Total 128 customer

Maka:

  • Daya di ODP = -7 dBm
  • Daya di customer = -21 dBm
  • Total loss splitter = 24 dB
  • Masih dalam batas aman GPON

 

Daftar Pustaka

Agrawal, G. P. (2012). Fiber-Optic Communication Systems (4th ed.). John Wiley & Sons.

Gerd Keiser. (2011). Optical Fiber Communications (4th ed.). McGraw-Hill.

TU-T. (2014). Recommendation G.984: Gigabit-capable Passive Optical Networks (GPON). International Telecommunication Union.

ITU-T. (2016). Recommendation G.652: Characteristics of a Single-Mode Optical Fibre and Cable. International Telecommunication Union.

Cisco Systems. (2016). Understanding SFP Modules and Optical Power Budget. Cisco Networking Documentation.

Johnson, H. (2009). Fiber Optic Network Design. Newnes Publishing. 

 

 







 

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peran Firewall dalam Menjaga Keamanan Jaringan Server - Perwira Learning Center

    Peran Firewall dalam Menjaga Keamanan Jaringan Server       Latar Belakang Firewall pada server merupakan komponen penting dalam menjaga...