Cara Menghitung Redaman SFP pada Jaringan FTTH Berdasarkan Skema Splitter
Latar Belakang
Teknologi Fiber To The Home (FTTH) menggunakan media serat optik untuk menyalurkan layanan internet dengan kecepatan tinggi dan stabil. Dalam sistem ini, SFP pada OLT berfungsi mengirimkan sinyal optik ke pelanggan melalui kabel fiber dan splitter.
Selama proses transmisi, sinyal akan mengalami redaman (attenuation) akibat jarak kabel, pembagian daya oleh splitter, serta konektor dan sambungan. Jika redaman terlalu besar dan melebihi batas sensitivitas penerima, maka layanan dapat terganggu atau tidak berfungsi.
Oleh karena itu, perhitungan redaman SFP sangat penting untuk memastikan daya yang diterima pelanggan masih dalam batas standar yang diperbolehkan, sehingga jaringan dapat bekerja dengan baik dan stabil.
Spesifikasi & Data:
a. Tx Power SFP / OLT = +3 dBm
b. Splitter ratio:
- 1:2 = -4 dB
- 1:4 = -8 dB
- 1:8 = -10 dB
- 1:16 = -14 dB
c. Jumlah ODP = 8
d. Total customer = 128
e. Konfigurasi splitter: 1:8 → dilanjutkan 1:16
Artinya:
1 port OLT dibagi ke 8 ODP menggunakan splitter 1:8
Setiap ODP membagi lagi ke 16 pelanggan menggunakan splitter 1:16
Sehingga: 8×16=128 customer
Konsep Dasar Perhitungan Redaman
Dalam jaringan PON, total redaman dihitung dari:
Total Loss=Loss Splitter+Loss Kabel+Loss Konektor+Loss Splice
Langkah-Langkah Perhitungan Redaman
Langkah 1: Hitung Redaman Splitter Tahap Pertama (1:8)
Dari tabel: 1:8=−10 dB
Maka setelah splitter 1:8: +3 dBm+(−10 dB)=−7 dBm
Jadi daya di setiap ODP adalah: −7 dBm
Langkah 2: Hitung Redaman Splitter Tahap Kedua (1:16)
Dari tabel: 1:16=−14 dB
Daya masuk ke splitter 1:16 adalah -7 dBm.
Maka daya keluar ke customer: −7+(−14)=−21 dBm
Jadi daya yang diterima setiap pelanggan adalah: −21 dBm
Jadi customernya: −7+(−14)=−21
Ringkasan Perhitungan Total Redaman
Total redaman splitter bertingkat: −10+(−14)=−24 dB
Atau langsung dari sumber: +3+(−24)=−21 dBm
Jadi total loss akibat splitter saja adalah 24 dB.
Cek Kesesuaian dengan Standar GPON
Standar GPON umumnya memiliki batas penerimaan:
Class +B -28 dBm
Class +C -32 dBm
Hasil kita: −21 dBm
Karena: −21>−28
Artinya masih aman dan dalam batas normal.
Masih tersedia margin: −28−(−21)=7 dB (margin)
Margin ini bisa dipakai untuk:
- Redaman kabel
- Konektor
- Splice
- Aging
- Safety margin
Kesimpulan
Dari konfigurasi:
- SFP +3 dBm
- Splitter 1:8 (-10 dB)
- Splitter 1:16 (-14 dB)
- Total 128 customer
Maka:
- Daya di ODP = -7 dBm
- Daya di customer = -21 dBm
- Total loss splitter = 24 dB
- Masih dalam batas aman GPON
Daftar Pustaka
Agrawal, G. P. (2012). Fiber-Optic Communication Systems (4th ed.). John Wiley & Sons.
Gerd Keiser. (2011). Optical Fiber Communications (4th ed.). McGraw-Hill.
TU-T. (2014). Recommendation G.984: Gigabit-capable Passive Optical Networks (GPON). International Telecommunication Union.
ITU-T. (2016). Recommendation G.652: Characteristics of a Single-Mode Optical Fibre and Cable. International Telecommunication Union.
Cisco Systems. (2016). Understanding SFP Modules and Optical Power Budget. Cisco Networking Documentation.
Johnson, H. (2009). Fiber Optic Network Design. Newnes Publishing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar